Menu

Mode Gelap
Tahun Ini Pemkab Tanbu Bangun Stadion, Bukti Komitmen Bupati Zairullah Dukung Kemajuan Olahraga Pasar Murah dan Wadai Ramadhan Desa Karang Bintang Langsung Diserbu Warga Satgas Pangan Tanbu Pantau Harga Pangan Jelang Ramadhan Wabup Muh Rusli Resmikan Mushola Baitul Atiq di Kelurahan Kampung Baru Kunjungi DPR RI Pemkab Tanbu Lakukan Audensi Dengan Fraksi PKB

Advetorial · 20 Jan 2024 23:57 WIB ·

Dinkes Ingatkanasyarakat, Waspada DBD dan Terapkan PSN


 Dinkes Ingatkanasyarakat, Waspada DBD dan Terapkan PSN Perbesar

Metrokalsel.co.id, BATULICIN – Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu meminta kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi peningkatan risiko penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) selama musim penghujan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Wenti mengatakan, upaya yang paling efektif dalam mencegah penyakit DBD adalah keterlibatan masyarakat itu sendiri melalui gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dan 3M plus secara berkelanjutan.

Yakni menguras bak mandi seminggu sekali, membersihkan wadah penampung air dan sejenisnya, mendaur ulang berbagai barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

Sedangkan poin plus antaranya, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memeriksa tempat-tempat yang digunakan untuk penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik nyamuk, menggunakan obat anti nyamuk.

Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi yang ada di rumah, melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan secara bersama. Meletakkan pakaian yang telah digunakan dalam wadah yang tertutup, memberikan larvasida pada penampungan air yang susah untuk dikuras. Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

Menurut dia, jika hanya dilakukan foging namun sarang nyamuk tidak diberantas, maka tidak menutup kemungkinan akan muncul bibit baru. Oleh sebab itu perlu ada gerankan PSN secara berkelanjutan.

“Selama ini pemahaman masyarakat terkait pemberantasan DBD hanya melalui foging, padahal pemberantasan yang paling efektis adalah melalui PSN,” terangnya.

Sejauh ini kasus DBD yang tercacat sejak September-Desember 2023 mencapai 75 kasus, pada September 10 kasus, Oktober 18 kasus, November 22 kasus dan Desember meningkat menjadi 25 kasus.

“Sedangkan untuk periode Januari 2024 petugas belum selesai merekap, ada berapa kasus dbd yang telah tertangani,” terangnya. (ril)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Guru Wildan Himbau Warga Kalsel Ciptakan Pemilu Damai Dan Pilih Prabowo Gibran

9 Februari 2024 - 07:13 WIB

Camat Simpang Empat Hadiri Peringatan Isra Miraj di Ponpes Alasmaul Husna

29 Januari 2024 - 23:13 WIB

Pemkab Tanah Bumbu Gandeng Mitra Kerja dan CSR, Tekan Angka Stunting

29 Januari 2024 - 23:12 WIB

Sebanyak 1275 PPPK Menunggu SK, Kepala BKPSDM Tanbu Sebut Masih Proses Pengusulan NIP

28 Januari 2024 - 00:03 WIB

Studi Mekanisme Pembahasan Penjadwalan LHP BPK, Banmus DPRD Tanbu Kunker ke Kabupaten PPU

27 Januari 2024 - 23:15 WIB

BPS dan KominfoTanbu, Ekspose Nilai Tukar Petani

26 Januari 2024 - 00:10 WIB

Trending di Advetorial