Menu

Mode Gelap
Tahun Ini Pemkab Tanbu Bangun Stadion, Bukti Komitmen Bupati Zairullah Dukung Kemajuan Olahraga Pasar Murah dan Wadai Ramadhan Desa Karang Bintang Langsung Diserbu Warga Satgas Pangan Tanbu Pantau Harga Pangan Jelang Ramadhan Wabup Muh Rusli Resmikan Mushola Baitul Atiq di Kelurahan Kampung Baru Kunjungi DPR RI Pemkab Tanbu Lakukan Audensi Dengan Fraksi PKB

Advetorial · 22 Des 2023 04:54 WIB ·

Sekjen DPP BKPRMI Pusat Apresiasi Program SDSM Pemkab Tanah Bumbu


 Sekjen DPP BKPRMI Pusat Apresiasi Program SDSM Pemkab Tanah Bumbu Perbesar

BATULICIN,Newskalsel.com Advetorial Khusus – Suasana santriawan santriawati Program SDSM proses belajar mengaji dan menghapal Al-Qur’an di mesjid-mesjid di seluruh desa di Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka digadang-gadang bakal menjadi generasi penerus bangsa yang hapal Al-Qur’an dengan bekal karakter Akhlaqul Karimah.

Program Satu Desa Satu Desa (SDSM) yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu terus menggema dan mulai populer di berbagai daerah. Popularitas program yang di inisiasi Bupati Tanah Bumbu dr HM Zairullah Azhar ini menarik perhatian Sekretaris Jenderal Dewan Pengurus Pusat (DPP) Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Achmad Risqon , MPdi.

Ia memuji program religius ini karena sesuai dengan harapan masyarakat dalam rangka memakmurkan mesjid dan sarana mencetak generasi muda penghapal alquran.

“Kami kira adalah sesuatu yang baik, program-program religi yang dicanangkan Bupati Tanah Bumbu ini luar biasa sekali,” ungkapnya usai hadiri wisuda ribuan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an se Kabupaten Tanah Bumbu, Rabu (27/12/2023) di Pendopo Serambi Madinah kawasan Gunung Tinggi, Batulicin.

Sehingga, ucapnya, program ini menjadi harapan besar masyarakat Bumi Bersujud. ” Ini sebagai bentuk pemberdayaan memakmurkan mesjid-mesjid di desa-desa,” sambungnya.

Ia menilai Program SDSM ini sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dalam memakmurkan mesjid-mesjid di 171 desa di Bumi Bersujud. Dengan kegiatan memakmurkan mesjid, melalui beragam aktivitas ibadah dan keagamaan.

“Masyarakat memakmurkan mesjid, dengan program-program kegiatan yang tentu saja dalam rangka ibadah kita kepada Allah,” terangnya.

Terkait keberadaan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia, ia menyebutkan menjadi bagian memakmurkan mesjid dan menjadikan mesjid sebagai pusat kegiatan religius.

“Sehingga BKPRMI akan klop dengan pemda menyukseskan program SDSM sesuai dengan fungsinya,” tuturnya.

Dijelaskannya,Program Satu Desa Satu Mesjid di Kabupaten Tanah Bumbu bukan satu-satunya di Indonesia menjadi wadah memakmurkan mesjid. Namun setiap daerah memiliki nama dan cara berbeda. Tapi program di Bumi Bersujud ini dinilai luar biasa.

“Sebagai bentuk perhatian pemerintah kabupaten terhadap kemakmuran mesjid,” tukasnya.

Ia optimis peluncuran program ini kedeoan mampu melahirkan anak-anak penghapal Al-Qur’an dan menciptakan generasi muda penerus bangsa yang cemerlang.

Alumni Gontor Kepincut Program SDSM

Terpisah, alumni santri Pondok Pesantren Modern Gontor, Jawa Timur asal Kabupaten Tanah Laut, Kalsel Ustadz Nasrullah juga memuji Program SDSM. Pasalnya program yang diluncurkan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu INI dinilai sangat bagus dalam proses melahirkan generasi muda penghapal Al-Qur’an. Selain itu kegiatannya dipandang unik.

“Menurut ulun (saya) ini program yang luar biasa. Sangat positif sekali, karena sekarang kan era globalisasi dan digitalisasi banyak anak-anak ketergantungan dengan smartphone. Adanya kegiatan itu bagus jika dijalankan,” terang Ustadz Nasrullah yang saat ini mengajar di Pondok Pesantren Nurul Hijrah Kecamatan Jorong ini.

Dikatakannya, metode Program SDSM dengan melibatkan 52 ribu peserta didik formal sebagai santri belajar mengaji dan hapalan Al-Qur’an di mesjid sangat efektif untuk mengurangi aktivitas mereka terhadap dominasi gawai dan game online atau sejenisnya.

Kegandrungan anak-anak terhadap badai teknologi akan terbatasi ketika mereka menjalani kegiatan sebagai santri di mesjid.

“Mengingat mesjid bukan saja sebagai tempat ibadah, tapi juga menjadi pusat peradaban dan ilmu pengetahuan. Itu sangat penting,” tuturnya.

Sehingga, anak-anak yang nyantri di Program SDSM bukan saja bakal memiliki bekal kecerdasan namun juga mempunyai karakter akhlaqul karimah.

“Harapannya mereka nanti terlahir sebagai penghapal Al-Qur’an dan cerdas, namun juga berakhlak baik,” tukasnya.

Ia berpendapat, Program SDSM ini sangat unik diakhir zaman saat ini. Karena sebenarnya kegiatan ke mesjid ini dulunya sudah ada. Namun belakangan semakin redup dan menghilang.

“Sebenarnya sejak dulu anak menginap di mesjid sudah ada tapi makin kesini kian menghilang. Kondisi ini dicoba dihidupkan kembali oleh sosok Zairullah dengan menghidupkan mesjid di desa-desa,” ujarnya.

Baginya Satu Desa Satu Mesjid sungguh luar biasa unik dan nilai-nilai religiusnya sangat kental. “Ini unik sekali dan nilai-nilai religiusnya juga ada,” sambungnya.

Nasrullah juga menerangkan, jika dalam sudut pandangnya kegiatan SDSM ini juga mengandung upaya untuk memakmurkan mesjid. Karena tanggung jawab umat bukan hanya membangun mesjid, tapi harus pula dimakmurkan mesjidnya.

“Memakmurkan mesjid sangat bermanfaat bagi masyarakat dan orang tua peserta didik itu,” lanjutnya.

Kemudian ia tak memungkiri program ini sudah sangat bagus. Namun ia memberikan masukan agar lebih diperluas lagi. Khususnya dalam sinergi untuk memberikan kelancaran operasional dan kegiatannya berkelanjutan. Sehingga perlu melibatkan semua lapisan masyarakat.

“Terutama organisasi kemasyarakatan. Seperti NU maupun Muhammadiyah. Karena nantinya tak hanya Pemda yang bergerak, tapi juga seluruh lapisan masyarakat,” harapnya.

Selain itu sarannya tetap melibatkan komunitas kepemudaan. Misalnya remaja mesjid (BKPRMI) atau bahkan anggota Karang Taruna masing-masing desa.

Lantas ia menyimpulkan jika Program SDSM yang diterapkan di Kabupaten Tanah Bumbu ini sangat menarik. Alumni SDSM bakal menjadi generasi muda penghapal Al-Qur’an, selain membanggakan orangtuanya juga masyarakat setempat.

“Kebanggaan orangtua yang memiliki anak penghapal Al-Qur’an tak hanya saat di dunia namun hingga ke akhirat,” tandasnya.

Diakhir sesi wawancara Ustadz Nasrullah menyampaikan keinginan dan harapannya agar Program SDSM ini bisa diadopsi kabupaten kota lainnya di Kalsel khususnya. Mengingat Kalimantan Selatan mayoritas penduduknya muslim.

“Alasan saya program ini sangat bermanfaat. Sekali lagi saya katakan mesjid merupakan pusat ibadah, ilmu pengetahuan dan peradaban Islam sehingga harus dimakmurkan,” ucapnya.

Sehingga anak-anak yang gemar dan menjadi santri Program SDSM kedepan berpotensi menjadi putra-putri yang cerdas secara pemikiran, cerdas akhlaknya dan juga adabnya.

Program SDSM sendiri awalnya bertujuan untuk memakmurkan mesjid. Lahir atas inisiasi Bupati Tanah Bumbu dr Zairullah Azhar sejak Juni 2022 lalu. Lantas Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu mengimplementasikan program tersebut dengan melibatkan 52 ribu peserta didik formal dari kelas 4 SD hingga kelas 9 SLTP sederajat di 171 desa dan 273 mesjid.

Mereka digembleng setiap malam di mesjid-mesjid di setiap desa agar kedepannya mampu menjadi penghapal Al-Qur’an.

Artikel ini telah dibaca 21 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bupati Tanbu Tinjau Lokasi Pengungsian dan Dapur Umum

9 Juni 2024 - 05:09 WIB

Sekda Tanbu Kunjungi Lokasi Pengungsian dan Dapur Umum

9 Juni 2024 - 05:06 WIB

Sekda Ambo Sakka Sebut Banjir Sudah Surut dan Kondisi Aman

8 Juni 2024 - 05:11 WIB

TMMD ke-120 di Tanah Bumbu : Selesai dan Sukses

7 Juni 2024 - 05:13 WIB

Ada Sekitar 16.383 Jiwa dan 30 Desa Terdampak Banjir Luapan Aliran Sungai di Tanbu

7 Juni 2024 - 05:12 WIB

Kasrem 101 Antasari Pimpin Gladi Upacara Penutupan TMMD Reguler 120 Kodim 1022 Tanah Bumbu

6 Juni 2024 - 05:17 WIB

Trending di Advetorial