Menu

Mode Gelap
Tahun Ini Pemkab Tanbu Bangun Stadion, Bukti Komitmen Bupati Zairullah Dukung Kemajuan Olahraga Pasar Murah dan Wadai Ramadhan Desa Karang Bintang Langsung Diserbu Warga Satgas Pangan Tanbu Pantau Harga Pangan Jelang Ramadhan Wabup Muh Rusli Resmikan Mushola Baitul Atiq di Kelurahan Kampung Baru Kunjungi DPR RI Pemkab Tanbu Lakukan Audensi Dengan Fraksi PKB

Advetorial · 6 Nov 2022 12:59 WIB ·

Pemkab Tanbu Lakukan Pencegahan Upaya Penyusutan Lahan Pertanian


 Pemkab Tanbu Lakukan Pencegahan Upaya Penyusutan Lahan Pertanian Perbesar

BATULICIN,Newskalsel.com – Advetorial Khusus  – Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, H Hairuddin memastikan areal pertanian semakin menyusut akibat pertumbuhan pembangunan.

Namun, wacana pembangunan bendungan kusan di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu diprediksi menjadi penyelamat dalam mempertahankan dan meningkatkan produksi hasil pertanian.

Diketahui, Kabupaten Tanah Bumbu memiliki lahan pertanian seluas 16.514 hektar yang terbagi areal pertanian aktif dengan luas 10.362 hektar dan areal pertanian potensi seluas 6.151 hektar.

Potensi pertanian Kabupaten Tanah Bumbu merupakan lahan sawah irigasi teknis seluas 100 hektar, sawah tadah hujan seluas 17.134 hektar dan sawah pasang surut seluas 210 hektar.

Namun, ada penyusutan karena saat ini setiap tahun luasan areal pertanian terus mengalami penyusutan yang disebabkan oleh pembangunan jalan usaha tani, lantai jemur padi, embung hingga saluran irigasi.

“Tapi, semua itu justru sangat bermanfaat sekali bagi petani,” kata dia di ruang kerjanya kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Pemkab Tanah Bumbu.

Ditambahkan dia, jalan usaha tani sangat membantu petani dalam mengangkut hasil taninya.

“Kemudian, embung dan saluran irigasi tentu berpengaruh dalam hal keberhasilan tanam karena berkaitan dengan pengairan sawah,” tambah dia.

Faktor lain, penyebab penyempitan juga disebabkan oleh pertumbuhan pemukiman.

“Ada juga pemukiman yang dibangun oleh petani. Tapi itu kan juga kepentingan tinggal petani, jadi juga bermanfaat bagi petani,” tambah dia lagi.

Diharapkan dia, aktivitas yang mengakibatkan alih fungsi lahan pertanian agar tidak sampai terjadi.

“Upaya kami saat ini dengan regulasi yang ada menahan alih fungsi seperti lahan pertanian dibangun rumah massal atau perumahan, dan juga aktivitas lain yang merubah fungsi lahan pertanian,” terang dia.

Namun, dijelaskan dia, wacana pembangunan bendungan kusan hulu di Kecamatan Kusan Hulu menjadi angin segar yang dapat membantu dalam peningkatan produksi hasil pertanian mencapai bahkan melampaui target prosuksi hasil pertanian.

“Apabila bendungan kusan hulu terealisasi, tentu dapat dimanfaatkan untuk mengaliri lahan pertanian,” jelas dia.

Lebih lagi, dengan adanya bendungan kusan hulu sangat mungkin bisa mengatur masa tanam lebih dari sekali dalam setahun.

“Kalau sistem pengairan bagus tentu dapat diatur masa tanam dua hingga tiga kali dan produksi hasil pertanian akan jauh meningkat,” lebih dia. (*)

Hasil Panen IPDMIP Tanah Bumbu, Meningkat

BATULICIN – Warga Desa Sumber Baru Kecamatan Angsana Kabupaten Tanah Bumbu, belum lama tadi menggelar Panen Raya Padi Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Program (IPDMIP) Tahun 2022, Selasa (25/10/22).

Warga ini tergabung dalam Kelompok Tani Guyub Rukun, Kelompok Tani Sri Mulya dan Kelompok Tani Makmur.

Menurut data ada sekitar 45 hektar untuk Musim Tanam ke 2 dengan hasil panen 5,2 ton per hektar. Perbandingan dari tahun sebelumnya, panen padi kali ini dinilai mengalami peningkatan.

“Pada tahun sebelumnya, cuma 25 hektar dengan rata-rata per hektar 4,5 ton,” ujar Saiful Huda, petani Desa Sumber Baru.

Sedangkan pada tahun sebelumnya panen mengalami penyakit, padi keracunan Fe (zat besi) karena air tidak bisa larut dengan lancar dan air selalu menggenang, sehingga zat asam naik dan padi tumbuh menguning pucat, terlihat daun padi kuning kemerahan.

“Pada tahun ini tanam padi Alhamdulillah sehat, meskipun dengan kendala normal hama tikus. Kami jual per kilo beras 12 ribu untuk yang konvensional, namun padi hasil tanam organik harga beras dijual 20 ribu per kilo,” imbuh Huda.

Para petani, berhasil panen padi dengan varietas padi Mekongga, varietas Inpari atau yang lokal dan Siam, serta varietas lokal padi gogo Sigupai.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Tanah Bumbu, H Hairuddin melalui Sekretaris, Lamijan, menyampaikan panen ini merupakan bentuk dukungan, dimana keadaan nasional sekarang ini sistem Swasembada.

“Dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini, ketersediaan pangan kita yaitu beras tersedia cukup stabil,” lanjutnya.

Pola makan masyarakat Indonesia terkini dan pada pola makan masyarakat Indonesia tahun 1960/1970 itu berbeda. Presentase makanan utama masyarakat terkini itu beras.

Ditunjukkan melalui angka statistik bahwa kosumsi beras bagi orang dulu hanya 60/70 persen, ternyata kebiasaan pola makan orang dulu termasuk jenis umbi- umbian sebagai pemenuhan makanan pokok, orang dulu makan umbi sekitar 30/40 persen, sehingga beras ketersediaannya semakin terdukung.

Hal ini berbeda dengan pola makan masyarakat sekarang ini, yang mana 100 persen lebih banyak ke beras. Slogan terkini, katanya belum makan jika belum tersuap nasi. Jadi, minset masyarakat, umbi-umbian hanya sebagai bentuk makanan ringan atau cemilan, sehingga Swasembada beras sekarang ini, lebih berat karena beras menjadi bahan makanan utama masyarakat modern ini.

“Alhamdulillah Tanah Bumbu tercukupi untuk produksi beras. Produksi petani di Tanah Bumbu, dalam bentuk gabah dan benih dijual keluar daerah walaupun masih dalam lingkup Provinsi Kalimantan Selatan. Tak bisa disepelekan, jumlah produksi hingga ratusan ton benih padi dari petani penangkar dan penghasil benih unggul bersertifikat telah meraih prestasi tersendiri, pada tahun 2021 misal kita mencapai hasil hampir 500 ton yang bisa di jual keluar daerah,” kata Lamijan. (*)

Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Raih 11 Kali Opini WTP Berturut Turut Bupati Zairullah Azhar Ajak 12 Kepala Daerah Baca Solawat Badar.

7 Mei 2024 - 00:53 WIB

Delegasi Kejari Tanbu, Juara Kategori 5K Internal Jaksa di Adhyaksa Internasional Run 2024

28 April 2024 - 06:31 WIB

BPBD Tanbu kerahkan 20 personil amankan puncak Mappanre Ri Tasi’e

28 April 2024 - 05:25 WIB

Meriahkan Mappanre Ri Tasie, Dinas Perikanan Tanbu Bersama HNSI dan Avian Bagikan Cat

27 April 2024 - 06:04 WIB

PT BIB Buka Seleksi Beasiswa 85 Anak Berprestasi, Kuliah di Institute Teknologi Sains Bandung (ITSB)

25 April 2024 - 06:29 WIB

ASDP Ferry Batulicin Mulai Uji Coba Penerapan Pembelian Tiket Berbasis Website

24 April 2024 - 06:09 WIB

Trending di Advetorial